Tangerang,Liputan86.com - Beberapa warga Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kabupaten Tangerang membantah adanya berita terkait sebuah kontrakan yang dijadikan Destinasi Wisata Lendir.
Diketahui sebelumnya, ada salah satu media yang memberitakan bahwa kontrakan yang berada di Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang menjadi Destinasi Wisata Lendir.
Jojon salah satu warga Kampung Pisangan Talang mengatakan sangat tidak masuk akal media tersebut memberitakan tetapi tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik kontrakan dan Rt setempat.
"Ini sebuah berita sepihak saja, tidak adanya konfirmasi terlebih dahulu melalui pihak pemilik kontrakan dan juga para Rt setempat, saya warga Kampung Pisangan Talang sangat kecewa serta adanya berita tersebut karena sudah melanggar kode etik jurnalis," kata Jojon kepada liputan86.com, Kamis (15/12/2022).
Masih ditempat yang sama, Jojon juga menyampaikan apabila terdapat berita Hoax dalam informasi tersebut yang sudah ditayangkan oleh salah satu Media itu, kami warga Kampung Pisangan Talang akan menggelar pertemuan dengan orang yang memberitakannya.
"Ini membawa nama Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Jadi semuanya kebawa buruk dari sebuah pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu Media tersebut," ucap Jojon.
Semoga salah satu Media tersebut bisa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat dengan berita yang membawa nama wilayah kami.
Sementara itu, Catur salah satu Aktivis Pantura yang tinggal lama di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa berita itu hanya ingin mencari sensasi saja, kita selama tinggal disini tidak ada yang namanya perbuatan yang negatif.
"Kita pasti sudah tau mana yang baik dan buruk, mana ada sih yang mau Kampungnya itu tercemar oleh perbuatan negatif, apalagi itu berita hanya sepihak saja," ungkapnya.
Menurut Catur, sebuah berita yang ditayangkan hanya untuk mencari sensasi saja dan akibat berita itu yang tersakiti bukan hanya satu warga saja, tetapi semuanya.
"Coba kita berfikir dari berita itu, apakah ada yang namanya konfirmasi kepada warga atau Rt, semuanya menjawab tidak ada," ujarnya.
Semoga kedepannya media tersebut bisa lebih sopan dan santun lagi, serta berita yang ditayangkan harus berimbang dengan cara konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
(Aris)