Tangerang,Liputan86.com- Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Satu Kecamatan Mauk yang berasal dari Aspirasi Dewan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 dikerjakan asal jadi, amburadul, janggal, dan tidak sesuai spesifikasi.
Sebab, galian pondasi asal-asalan dan adanya pengoplosan bahan batu kali yang lama dengan baru, seharusnya dikerjakan sungguh - sungguh karena proyek tersebut dianggarkan untuk keperluan pengairan pertanian sawah.
Pelaksanaan masyarakat tentunya ingin mengutamakan kualitas ataupun mutu dari pekerjaan, Karena bangunan irigasi dikerjakan oleh kelompok masyarakat yang sekaligus penerima manfaat dari bangunan tersebut, yang harusnya dalam pelaksanaan tentunya didampingi dan diawasi oleh Konsultan Bangunan, Pendamping Kelompok Tani.
Pantauan awak media liputan86.com di lapangan proyek P3-TGAI, Rabu (22/9/2022) tidaklah seperti apa yang diharapkan.
Pekerjaan tersebut asal jadi, amburadul, janggal, boleh disimpulkan diduga tidak sesuai dengan Bestek dan RAB dari bangunan.
Saat Awak Media menanyakan kepada salah satu pekerja yang berada di lapangan terkait pengawas dan kordinator lapangan selalu tidak ada.
"Wah pak pengawasnya tidak ada ditempat, terus gak tau juga kordinator ketua kelompok tani sekarang," Ucap salah satu pekerja di lokasi.
Liputan86.com memperoleh informasi dari masyarakat maupun temuan di lapangan untuk Kecamatan Mauk untuk Tahun Anggaran 2022 memperoleh kurang lebih 6 Desa diantaranya Desa Ketapang, Desa Mauk Timur, Desa Tegal kunir Kidul, Desa Tegal Kunir Lor, Desa Sasak, Desa Gunung Sari P3-TGAI yang semua mempunyai masalah pada pengoplosan dan pondasi, serta pasangan tumpang tindih batu lama main pasang aja dan semen pun tidak sesuai pada saat pengadukanya,dan batu lama juga main dipasang saja, pedahal anggaran ini sangat cukup besar kemana peran pengawas dan kordinator yang mempunyai peran.
Pantaun Liputan86.com di lapangan, tidak ada keterangan informasi proyek (KIP) terpasang, sehingga masyarakat tidak mengetahui asal usul proyek tersebut.
"RAB dan Gambar Bangunan tidak pernah lihat, karena kabarnya Ketua Pengawas dan Kordinator yang menyimpan," Pungkas Kepala Tukang kepada Media Liputan86.com
Hingga berita ini diturunkan pihak Pengawas dan Ketua Kordinator proyek belum bisa ditemui.
(Aris)